"Light-Vitation" : when slow meet fast...when bright meet dark

Saat ini jenis fotografi yang bergenre unik semakin bermunculan dan muncul sebagai komunitas, sebelumnya kita mengenal ada komunitas kamera lubang jarum, Toy Camera, Lomo, sampai sekarang komunitas kamera handphone pun sudah ada dan eksis dalam dunia fotografi, kecanggihan alat komunikasi yang ada sekarang ini serta hadirnya media sosial Instagram sebagai salah satu pemicu berkembangnya dunia fotografi belakangan ini.

Salah satu komunitas unik fotografi yang menjadi trend dalam 2 tahun terakhir sejak kehadirannya di Indonesia adalah fotografi levitasi.
 Courtesy by @boyeaharyanto Model @Fan_Fin

Foto levitasi adalah foto yang membuat objek foto tersebut seakan melayang di udara,
Sebelumnya tentu sudah banyak yang membuat foto-foto seperti ini, namun memiliki perbedaan yang cukup dasar terutama pada gestur dan mimik muka sang objek yang haruslah tanpa beban, seakan-akan melayang sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda halnya dengan jump shoot atau foto lompat yang umumnya orang sering melakukannya bila sedang liburan di pantai seperti ini :
 Photo courtesy by : @terra_ajah Model by @wildan666 dan @ellawulanlalala

Foto lompat atau jump shoot gerakan dan mimik mukanya lepas dan tidak terkontrol, dari pakaian pun terlihat tersibak, berbeda dengan foto levitasi yang segalanya diatur agar terlihat benar-benar seperti melayang ataupun (freezing) di udara.

Foto levitasi ini mulai populer di Indonesia sejak munculnya komunitas yang menamakan diri mereka Levitasi Hore, Levitasi artinya melayang, Hore artinya komunitas ini merupakan komunitas fotografi yang tidak terlalu mentikberatkan pada segi tekhnis memotret namun lebih ke pada having fun together, karena untuk dapat merekam foto levitasi ini diperlukan lompat juga yang kadang dilakukan di tempat keramaian dan dengan konsep yang lucu, hal inilah yang menjadikan foto levitasi menjadi menyenangkan, lagipula foto levitasi dapat dibuat dengan menggunakan kamera pocket ataupun HP sekalipun, asal dilakukan dengan cahaya yang cukup, contohnya pada siang hari sehingga otomatis shutter speed kamera pocket/HP akan menyesuaikan menjadi lebih cepat menangkap gambarnya.

Adapula komunitas fotografi unik lainnya yaitu komunitas light Graffiti/ light paint atau melukis dengan menggunakan media cahaya,  bagaimana cara membuatnya?? cara untuk menangkap gambar yang dibuat dari cahaya adalah dengan menggunakan mode slow speed shutter/ BULB, cara ini sama halnya seperti menangkap gambar gerakan kendaraan di kota ataupun menangkap gerakan bintang di angkasa atau seringkali disebut dengan light trail ataupun star trail.
Untuk melakukan proses penggambaran secara manual dapat dilakukan dengan alat-alat yang memendarkan cahaya, seperti senter atau bahkan sinar dari layar HP pun bisa digunakan, asal dilakukan di tempat yang gelap total.


Nah bagaimana jadinya bila 2 jenis foto tersebut digabungkan??bagaimana bisa??
Foto levitasi membutuhkan banyak cahaya sehingga dapat mempercepat shutter speed kamera untuk mem-freeze moment sedangkan foto Light Painting membutuhkan tempat yang gelap dengan shutter speed yang berjalan lambat untuk merekam proses pembuatan gambar. Ini caranya!!

1. Alat yang perlu disiapkan (selain kamera tentunya ) diantara lain :
Tripod dianjurkan digunakan untuk meminimalisir shake atau guncangan, sehingga gambar yang terekam tetap jelas dan tajam, apabila tidak ada tripod bisa menggunakan permukaan datar lain yang berada di lokasi.


Finger light LED, sangat praktis dalam proses light painting karena terdiri dari berbagai macam warna dan cahayanya terpusat sehingga mudah dikendalikan.
NB : alat-alat lain yang memendarkan cahaya dapat juga digunakan seperti kembang api, senter, gunakan sesuai kebutuhan konsep.
,


Flash eksternal sangat membantu karena power yang bisa diatur dan lebih kuat daripada flash kamera,dan penempatannya bisa digunakan sesuai konsep dan kebutuhan.
NB: Jumlah Flash dapat dikondisikan sesuai kebutuhan



2. Settingan kamera, pada umumnya kamera DSLR lebih nyaman digunakan karena ada mode BULB yang bisa menyetel jumlah detik shutter seflexible mungkin sesuai keinginan, anmun kamera pocket pun dapat digunakan dengan memilih modus malam/ modus kembang api (berbeda tergantung merek) yang memiliki opsi untuk memilih berapa detik kecepatan shutter kamera



Untuk aperture kamera disetting di bukaan terkecil,untuk kamera pocket tidak semua memiliki settingan aperture, itu salah satu kelemahan kamera pocket sehingga kadang foto yang didapat jadinya over exposure.

3. Personil, personil yang ikut melakukan proses perekaman foto kombinasi "Light-Vitation" ini idealnya berjumlah 4 orang, sendiri juga bisa sih cuma pasti ribet,hehe

-1 orang fotografer
-1 orang pegang flash eksternal
-1 orang yang melakukan light painting
-1 orang model levitasi

NB: Untuk jumlah personil/unit dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konsep

4.Proses
Umumnya langkah-langkah perekaman "lightvitation" dibagi menjadi 3 :
Peraga by : @nunikayuls @cioonaldoo @febistefano @sidikfirdaus @iyemiciba

Untuk merekam "light-vitation" tetap harus berada di tempat yang keadaanya gelap total, agar light painting yang dihasilkan bagus dan model tidak terkena sumber cahaya yg lain. Pada prinsipnya untuk merekam model yang freezing di udara a.k.a Levitasi dengan menggunakan flash, jadi light painting dan levitasi dapat terekam dalam satu frame tanpa editing.

Warning : benar-benar pastikan tidak ada cahaya di belakang model (gelap total) karena akan membuat tubuh model menjadi transparan 

Dan ada juga kekurangan pada kamera pocket selain waktu perekaman slow exposure yang terbatas, beberapa kamera tidak memiliki fasilitas pengaturan aperture sehingga kadang menjadi over eksposure
Paling hanya dapat dikurangi sedikit dengan post processing di photoshop 

Banyak sekali gambar yang dapat dibuat dengan light graffiti membuat kombinasi foto levitasi-light painting makin asyik untuk di explore konsep uniknya.

0 komentar:

Posting Komentar