Equator Coffee & Gallery, Café Unik dengan Nuansa Serba Kayu di Bandung


Kayu itu material yang unik. Selain karena memiliki warna yang alami, perbedaan pola serat pada setiap batangnya membuat kayu memiliki ciri khas tersendiri. Oleh karena itu, produk jam tangan, serta bingkai kacamata dari kayu yang terbilang tak umum pun mulai populer di negeri ini beberapa tahun ke belakang. Saya pribadi sangat menyukai benda-benda dari kayu. Memiliki sebuah kabin kayu di tengah bentang alam menjadi salah satu impian saya. Tak perlu takut rusak, asalkan kayu dirawat dengan benar. Setidaknya itu yang disampaikan Pak Fawaz Salim, pemilik Equator Coffee & Gallery kepada saya siang itu. Imajinasi yang masih mentok di kepala saya ini sudah ia wujudkan lebih jauh dengan membuat sebuah café unik dengan nuansa serba kayu di Bandung.

Rancangan Equator Coffee & Gallery yang serba kayu

Dari mata Pak Fawaz saat bercerita, saya pun langsung tahu kalau kayu merupakan segalanya baginya. Tak heran, sejak kecil ia sudah dibesarkan oleh keluarga pengusaha meubel. Equator Coffee & Gallery ini merupakan ekses dari perjalanan hidupnya yang selalu bergelut dengan kayu. Di samping café, ia juga memiliki workshop di kawasan Antapani. Melalui kegemarannya tersebut, sebuah mobil yang hampir keseluruhannya terbuat dari kayu kini bertengger di salah satu sudut cafenya. Hingga kini, total sudah 11 mobil kayu yang pernah ia buat, dan benar-benar bisa dikendarai.

Walaupun mengaku tak pernah mengenyam pendidikan desain, namun Pak Fawaz berhasil membuat saya kagum melalui rancangan interior di cafenya. Sebuah lorong kayu yang diberikan celah-celah untuk cahaya mentari jatuh menjadi sebuah ucapan selamat datang untuk tamu cafenya. Di dalamnya terdapat tiga bagian ruangan, yakni Coffee Shop, ruang makan semi-outdoor, dan gallery seni. Semua benda yang dipajang di café ini dapat dibeli ataupun dipesan secara custom oleh pengunjung yang berminat. Lalu ada juga beberapa patung kayu, dan beberapa instalasi unik yang menjadi sasaran latar berfoto.
Pak Fawaz Salim berfoto di depan mobil kayu buatannya

 Untuk makanannya sendiri, Equator Coffee & Gallery menyajikan jenis makanan yang cukup beragam. Mulai dari hidangan tradisional, hingga menu-menu ala western, dan Timur Tengah. Namun ada satu yang pasti, seluruh menu-menu yang disajikan selalu dibuat dengan porsi yang lumayan besar bagi ukuran saya. Contohnya saja Bebek Bumbu Bali yang saya santap. Potongan dagingnya sangat besar, sehingga saya pun dapat cukup lama menikmatinya hingga lenyap dari piring. Lalu ada juga Nachos yang dihidangkan dengan saus keju, dan daging cincang yang menggoda. Biasanya Nachos ini sering disajikan untuk makanan ringan. Namun sepiring Nachos di sini dapat cukup mengenyangkan perut, walaupun disantap bersama-sama dengan teman-teman. Sedangkan untuk minumannya, tentu kopi menjadi menu rekomendasi untuk dinikmati di sini. Menu kopinya pun cukup lengkap. Mulai dari Kopi Tubruk, Frappuccino,  hingga Es Kopi Susu yang sedang hits.
Bebek Bumbu Bali dan Nachos, dua menu favorit di Equator Coffee & Gallery
 Tak perlu khawatir soal harga, karena untuk menu-menunya dimulai dari Rp23.000 saja. Menu paling mahal pun adalah Pizza yang dibandroll Rp63.000. Pizza ini bisa dinikmati hingga idealnya empat orang, dan sudah bikin kenyang.

Buat kamu yang ingin mencoba nongkrong sambil menyantap hidangan-hidangan lezat dari Equator Coffee & Gallery, kamu tinggal mampir ke Jl. Sulanjana No. 32, Bandung. Tak jauh dari pusat perbelanjaan Balubur Town Square. Untuk kamu yang datang dari luar kota, kamu bisa menggunakan jalan layang Pasupati, dan turun di rute Jl. Taman Sari.
Salah satu area semi-outdoor di Equator Coffee & Gallery


0 komentar:

Posting Komentar